Tuesday, 23 April 2019

Moving average ala kang gun


Assalamualaikum Wr. Wb. Dengan sedikit memberanikan diri saya akhirnya memutuskan untuk membuka thread ini. Judulnya Belajar Menganalisa Chart ala KG. Mengapa saya memberi judulnya begini. Bukan apa-apa sih, cuman sekedar membuatnya menarik aja ele ..he ..he ..he..he..he..he. Dan supaya gak ada yang protesto huahahhahahahahahahaha. Tapi sejujurnya beginilah cara saya menganalisa selama ini. Belum lama sih di bandingkan para comerciante sênior yang mungkin sedang membaca tulisan pra newbie ini :-) OK, kita mulai deh. Menganalisa chart mungkin bagian yang pertama membuat bingung para pemula di forex, termasuk saya di awal menggeluti bisnis ini. Ceuelah bisnis beu. Yup bisnis. Saya lebih suka menyebut forex ini sebagai sebuah bisnis. Então, saya menyikapi dan melakukannya layaknya sebuah bisnis. Banyak cara yang dilakukan para comerciante untuk menganalisa gráfico baik secara fundamental maupun teknikal, di mana hasil analisa inilah nanti yang digunakannya untuk melakukan transaksi dengan membuka posisi Comprar atau Vender atak munkkin manhai diri untuk tidak melakukan transaksi terlebih dahulu. Atau menunggu momento lah istilah temen-temen biasanya. Cara mana atau teknik analisis mana yang terbaik Saya lebih suka mengatakan bahwa semua teknik atau cara apa chatice dalam menganalisa gráfico yang digunakan setiap comerciante dan mampu membuatnya menghasilkan sebuah keputusan yang tepat adalah cara yang terbaik. Jadi jika ada yang menganalisa berdasarkan hidungnya gatal atau tidak gatal untuk membuat keputusan Comprar a venda de ternyata dalam prakteknya keputusan tersebut selalu tepat, saya pikir ini juga válido ele ..he. ele. Intinya semua cara atau teknik menganalisa itu baik. Tidak ada yang buruk. Apa cara yang saya gunakan Saya menggunakan murni teknikal analisis. Artinya saya hanya menggunakan analisa matematis dan statistik untuk menganalisa pergerakan harga. Mengapa karena saya hanya bisanya itu. Huahahahahahahaha Nah. Untuk menganalisa sehingga hasil analisa ini nanti dapat kita gunakan untuk membuat keputusan dalam transaksi yang kita lakukan, apa saja yang perlu kita hasilkan dari analisa kita Simples saja sebetulnya, hanya ada dua dados yang perlu kita peroleh dari analisa yang kita lakukan. Apa saja Pertama, kita memiliki prediksi kemana harga akan bergerak (keatas atau kebawah, naik atau turun, para cima ou para baixo) dan Kedua, kita memiliki prediksi sampai dimana harga ini akan bergerak. Prediksi. Sim. Semua hasilnya hanya prediksi karena bagaimanapun juga perlu kita sadari bahwa tidak ada yang tahu kemana harga akan bergerak dan sampai dimana harga itu akan bergerak. Tetapi hasil analisa kita yang berupa prediksi ini tidak dihasilkan secara sembarangan. Ada dasarnya. Apa dasarnya yah perhitungan matetamatis dan statistik atau berdasarkan analisa fundamental bagi yang menggunakan teknik ini. Jadi ringkasnya prediksi yang akan kita lakukan sama halnya seperti para ahli di Badan Meterologi memperkirakan kapan musim hujan atau musim panas tiba dengan menggunakan data-data suhu, tekanan atmosfir, arah angin dsb. Hanya dalam forex karena kita akan menggunakan teknikal analisis, kita akan menggunakan dados harga yang sudah terbentuk untuk menganalisa dan memprediksi pergerakan harga selanjutnya. Lha dados masa lalu kan gak ada hubungannya dengan masa depan (mungkin ini pertanyaan yang sering muncul). Saya tidak sependapat, karena saya percaya masa lalu, saat ini dan masa yang akan datang saling berhubungan. Contohnya, bagaimana kita hari ini adalah hasil masa lalu. Bagaimana cara kita berjalan, bagaimana cara kita berkata-kata, bersikap bahkan ahlak kita adalah hasil masa lalu kita. Jadi jika kita ingin mengetahui bagaimana kita hari ini dan kemana kita nanti. Surga atau neraka. Kita bisa menganalisanya dengan melihat masa lalu dan kondisi saat ini. Gitu kira-kira analoginya. Kemana kecenderungan harga akan bergerak atau kemana tendência nya nih Mungkin ini pertanyaan yang sering kita tanyakan pada diri kita sendiri ketika pertama kali melihat gráfico. Istilah trend ini seringkali menjadi perdebatan para trader, terutama defenisinya. Nah, kita tidak akan berdebat soal trend di sini. Jadi biar seragam pemahamannya mulai sekarang di thread ini tendência kita defenisikan sebagai arah kecenderungan pergerakan harga berdasarkan satuan waktu. Mengapa karena kita akan melihat waktu sebagai salah satu dasar analisis kita nanti. Hehehehehe jelas kok. Wong di chart cuman ada dua data harga dan waktu doang. Qqqqqqqqq Lalu bagaimana kita menentukan tendência Banyak caranya. Cara yang paling mudah adalah ketika kita melihat sebuah gráfico. Coba lihat nilai preço pada vela paling kiri dari gráfico kita lalu lihat nilai preço di vela terakhir di chart kita. Bandingkan nilainya, jika nilai preço sebelah kiri lebih kecil dari nilai preço terakhir maka trend nya naik. Dan trend nya turun jika sebaliknya. Gampang Kan, Hehehehehehehe. Tetapi kita tidak menggunakan cara seperti ini lah. Oi .. ah. Oi. Kita akan melihat trend secara matematis. Nah, kita akan melihat tendência dengan menggunakan dados-dados yang ada pada chart yang kita gunakan. Apa saja sih dados yang tersedia pada chart kita Data yang ada pada gráfico kita tentu saja hanya berisi dados harga dan waktunya. Contohnya di Time Frame H1, perhatikan satu candle yang terdapat pada TF H1 ini. Setiap candle menggambarkan aluguel de jóias com gelado de sêmola, dan pergerakan harga yg terjadi selama satu geléia ini hanya diwakili oley empat nilai yaitu nilai price High, Low, Open dan Close (HLOC). Dimana nilai High mewakili nilai price tertinggi, nilai Low mewakili nilai terendah, nilai Open mewakili nilai awal, nilai Fechar mewakili nilai akhir di aluguete satu jam tersebut. Nah, jika kita lihat TF lainnya nilai-nilai HLOC di setiap vela ini adalah nilai preço yang terjadi dalam rentang waktu sesuai dengan dimana TF vela tersebut berada. Apa yang bisa kita lihat dari sini Pengelompokkan dados. Yup bener banget. Jadi data price dalam bentuk vela yang kita lihat di setiap TF gráfico yang kita buka adalah gambaran dados preço yang dikelompokkan dalam waktu tertentu, dan setiap kelompok dados berdasarkan waktu ini hanya diwakili oleh 4 (empat) nilai preço yang terjadi selama rentang waktu tertentu. Nah, dari sini jelas bahwa TF menggambarkan pengelompokan dados. Jadi kalau di TF W1 berarti setiap candle mewakili rentang pergerakan harga selama satu minggu, dimana pergerakan harga selama semirígio em TF W1 hanya diwakili oleat empat nilai HLOC nya saja. Pemahaman mengenai TF dan data pada setiap vela nya ini berguna ketika kita memilih di TF berapa kita menganalisa chart nanti. Kekurang pahaman mengenai hal ini juga seringkali menyebabkan kita bisa salah menganalisa lho. Makanya dengan sangat terpaksa saya harus menjabarkannya di sini. (Maaf ke para master kalau harus membaca hal basic ini.) Lalu bagaimana kita bisa melihat arah pergerakan harga yang sudah dan sedang terjadi dengan menggunakan data-data yang ada pada setiap vela inal Lalu dari empat nilai preço (HLOC) yang terdapat pada setiap vela , Preço nilai mana yang harus kita pakai dalam menganalisa Jreng..jreng. Ok kita mulai masuk agak dalam di sini. Kita mulai dari pertanyaan kedua dulu. Nilai preço mana yang akan kita gunakan dalam analisa jawaban saya adalah semuanya. Empat nilai preço yang terdapat dalam setiap vela adalah sama nilai pentingnya. Mengapa karena keempat nilai HLOC dalam setiap vela tersebut menggambarkan atau mewakili nilai-nilai preço yang terjadi dalam rentang waktu tertentu. Logikanya begini, coba kita lihat satu candle di TF MN (Mensal). Nah dari candle ini coba misalnya ambil saja satu dari nilai HLOC nya. Katakan kita ambil nilai Fechar nya saja. Biar mudah kita contohkan misalnya nilai Close price candle USD-JPY bulan novembro de 2007 adalah 111.10. Apa yang bisa kita baca dari nilai Fechar ini saja. Apakah kita bisa memperoleh informasi lebih banyak lagi dari nilai Fechar ini saja Yang jelas kita hanya mengetahui bahwa nilai preço pada akhir bulan novembro de 2007 di tutup dengan nilai preço 111,10 untuk USD-JPY. Itu saja. Nah coba jika dari satu vela tersebut kita juga melihat nilai High, Low dan Open nya juga, maka informasi yang bisa kita tangkap atau baca dari satu candle itu akan berbeda bukan Lebih banyak informasi yang bisa kita jabarkan dari 4 dados daripada hanya 1 dados. Nah berangkat dari sini berkembanglah penggunaan dados pada vela ini untuk analisa. Sehingga kita mengenal ada data Mediana ((HL) 2), típica ((HLC) 3), ponderada ((HLCC) 4) dan lainnya lagi. Tetapi banyak juga comerciante yang hanya menggunakan satu dados dalam vela untuk analisanya, boleh kah ini sah-sah saja karena pemilihan dados dalam setiap vela yang nanti akan kita gunakan di analisa matematis dan statistik itu hak preogratif yang menggunakannya dan penggunanya juga pasti memiliki alasan mengapa dia Dados de menggunakan tersebut dalam analisanya. Kembali kepada pertanyaan pertama dan kedua diatas, kita akan menganalisa dados dengan menggunakan persamaan rata-rata bergerak dengan mengambil dados ponderada pada setiap vela um melhat pergerakan preço dalam rentang waktu tertentu. Nah, beruntungnya plaform trading eang ada saat ini kebanyakan sudah menyediakan fasilitas ini berupa indicador siap pakai yang dikenal dengan nama Moving Average (MA). Dalam menganalisa dados saya lebih sering menggunakan plataforma MetaTrader karena tampilannya yang menarik dan mudah penggunaannya. Apa sih Moving Average wuih. Kalo dijabarin dengan formulanya bakal njelimet ni thread, tapi untuk detailnya temen-temen bisa baca-baca mengenai rumus dan detalhe mengenai MA ini di site-site seperti babypips atau belajarforex atau tanya aja ke mbah Google. Hehehehehe. Tapi yang jelas MA ini singkatnya menghitung nilai rata-rata bergerak dari sejumlah dados tertentu. Metoda menghitung nilai rata-rata bergerak ini pun bermacam-macam cara da fórmula nya sehinggak kita mengenal ada metoda Média móvel simples, Média móvel exponencial, média móvel ponderada linear dsb. Nah biar gak empurrando. Selanjutnya kita hanya menggunakan metoda Média de Movimento Simples (SMA) dan data dari setiap vela yang akan kita gunakan adalah tipo de dados Ponderado (HLCC4). Mengapa kita menggunakan metoda SMA untuk melihat rata-rata bergerak dari pergerakan harga yang akan kita amati Alasan utama kita menggunakannya adalah kesederhanaan fórmula DMA SMA itu sendiri, karena nantinya hal ini akan banyak memudahkan kita dalam memahami karakteristik dari pergerakan yang dibentuk oleh formula ini. SMA menghitung nilai rata-rata dengan cara yg sangat umum, contohnya katakan kita memiliki nilai 6, 8, 9, 4 dan 3 maka nilai SMA nya adalah (68943) 5 6 dimana nilai pembagi 5 adalah jumlah atau banyaknya dados yang dihitung rata-ratanya . Sederhana kan Nah, gimana gambaran SMA di chart kita nanti itu sebetulnya sama saja dengan contoh tadi. Katakan kita menggunakan SMA dengan aplicado preço nya Ponderado (HLCC4) per periode 9. fórmula ini artinya SMA secara otomatis akan menghitung nilai rata-rata HLCC4 dari 9 buah candle terakhir. Jadi setiap kali candle baru terbentuk SMA akan menghitung nilai rata-ratanya dan da plataforma yang kita gunakan semuanya sudah ditampilkan dalam bentuk garis. (Hehehehe i love teknologi. Karena dulu mesti di hitung dan di gambar manual) Nah biar lebih paham, coba kita amati gambar di bawah ini. Nah. Sekarang coba saya kecilkan gambar chart tadi. Kira-kira sama tidak hasil analisa sepintas kita dengan melihat gráfico pertama tadi Menarik bukan Bayangkan, hanya dengan mengecilkan tampilan chart, kita dapat memperoleh informasi yang berbeda. Apa artinya ini artinya bahwa luas jangkauan kita melihat atau memandang sesuatu akan menghasilkan persepsi yang berbeda di kepala kita. Kenapa tentu saja karena semakin luas kita melihat sesuatu, semakin banyak informasi yang akan kita peroleh. Dan jumlah informasi yang kita miliki inilah nanti yang akan membuat pemahaman kita semakin jelas. Nah. Kembali ke bahasan. Coba perhatikan kedua chart GBPUSD Time Frame (TF) H1 di atas. Informasi apa yang bisa kita tangkap dari chart ini Apa yang telah terjadi dengan pergerakan GU ini. Kemana arahnya Apa yang sedang terjadi dengan pergerakannya saat ini. Lagi ngapain sih nih GU Sebagai seorang comerciante, hal pertama yang harus kita lakukan sebelum melakukan analisa adalah membuat sejumlah pertanyaan yang jawabannya kita butuhkan untuk menghasilkan sebuah keputusan yang berdasar. Tentu saja pertanyaan yang berhubungan dengan kegiatan kita yah. Yaitu trading. Jadi Bukan pertanyaan tentang jodoh. Qqqqqqqqqqqqq. Kemana pertanyaan tersebut akan kita ajukan Ke chart. Ke grafik yang ada di layar monitor pc atau laptop kita. Bukan ke siapa-siapa. Di chart di hadapan kita lah seluruh jawaban yang ingin kita tanyakan nanti terletak jawabannya. Ehehehehehe o Nah. Sambil merenungkan ini dan tulisan sebelumnya. Coba Anda susun sejumlah pertanyaan yang jawabannya atau informasinya nanti kita butuhkan untuk membuat analisa. Tulis sebanyak mungkin. Saya harap Anda mau melakukannya saat ini. Dan menuliskannya pada buku catatan Anda. Lalu nanti kita lihat di akhir bahasan ini apakah seluruh informasi yang kita butuhkan ada jawabannya atau tidak. Setelah mengamati chart. Apa yang bisa kita tangkap dari pergerakan velas pada chart yang dibentuk oleh GBPUSD tersebut Amati bahwa pergerakan hanya membentuk tiga pola dasar yaitu pola NAIK, TURUN (Up dan Down) dan diantaranya atau FLAT lah ..heheheheheh. Semua juga tahu yah. Tapi anehnya banyak yang lupa dengan tiga pola pergerakan ini. Kok bisa yah Bicara mengenai pola pergerakan ini. Comerciante banyak juga yang mengelompokkannya lebih dari tiga pola. Tetapi dalam thread ini kita hanya akan melihat dan membagi pola pergerakan harga dengan tiga pola dasar ini. UP, DOWN adan FLAT. Tiga ini saja. Pertanyaannya adalah bagaimana kita tahu hlad sekarang sedang Naik, Turun atau Flat. Coba amati bukankah ketika kita melihat gráfico di atas dan membuat kesimpulan naik, turun atau flat adalah karena kita membandingkan nilai preço yang kita amati dengan nilai preço sebelumnya. Nah di sinilah yang menyebabkan banyak comerciante terlihat berbeda persepsi tentang tendência. Ada yang bilang naik. Dan ada yang bilang turun di saat yang bersamaan. Sebetulnya gak ada yang salah. Karena kesimpulan naik atau turun nya trend itu tergantung cara melihatnya. Contohnya begini. Coba perhatikan gambar di bawah ini (gráfico masih GBPUSD yang tadi). Bagaimana kita mengetahui trend saat ini di titik C Jika kita mengamati titik C ini dari titik B maka kita akan menyebutnya tendência ini sedang turun. Tetapi jika kita mengamatinya dari titik A maka kita menyebutnya tendência masih naik. Jadi kita bisa lihat bahwa titik acuan yang kita gunakan bisa menghasilkan kesimpulan yang berbeda. (Ok. Resapi dulu. Pahami. Nanti kita lanjutkan) Titik acuan ini sangat penting. Gambaran di atas tadi secara sederhana menggambarkan perbedaan informasi yang kita peroleh hanya dengan melihat sebuah titik dari tempat pengamatan yang berbeda. Titiknya sama tapi tempat pengamatannya berbeda maka hasilnya pun berbeda. Nah, kembali ke chart tadi. Titik A dan B adalah tempat pengamatan yang kita lakukan yang dibedakan atas waktu. Jadi ketika kita mengamati titik C dari titik B, sebetulnya kita mengamati harga di titik C dan membandingkannya dengan harga di saat B terbentuk. Karena di chart kita hanya ada dua parâmetro yaitu Preço dan Waktu maka kita sebenarnya mengamati perubahan harga berdasarkan perubahan waktu. Titik acuan yang akan kita gunakan selanjutnya dalam analisa ini adalah Waktu. (Demi waktu. Hmmmmmmmmmm) Dan ini berarti bahwa kita harus menstandardkannya. Yah james dong, yang namanya titik acuan harus padrão e tidak berubah, kalo enggak hasil pengamatannya juga berbeda dong. Hehehehehe dan Standard berarti harus bisa diterima secara umum dan memiliki alasan yang logis. Gak sembarangan. (Matematis banget. Yah). Singkatnya kita akan membagi waktu acuan ini secara umum dari tahunan, bulanan, mingguan, harian dan 8 jam. Penentuan waktu acuan ini nanti akan kita gunakan dalam penggunaan indicador-indicador yang kita gunakan dalam menganalisa. Nah kembali ke chart GBPUSD tadi. Kita kan sudah bicara di awal mengenai Average Moving Simple. Nah coba kita manfaatkan indicador SMA ini untuk melihat nilai rata-rata pergerakan harga GBPUSD selama 1 hari ke belakang. 1 hari, berarti kita menggunakan titik acuan satu hari untuk mengamati perubahan harga. Nah karena Quadro de horário kita adalah H1 maka untuk melihat nilai SMA 1 hari maka kita akan menghitung rata-rata 24 vela de TF H1. Jika Anda menggunakan Matatrader, buka indicador Média móvel do período definido 24, método MA Simples de aplicar preço ponderado fechado (HLCC4). TABELA DE MÁQUINA GBPUSD akan terlihat seperti gambar di bawah ini: Ntu dibawah masih anyar artikelnya: Beajar Menganalisa Chart ala Kang Gun - Sesi 2 Kuliah Kang Gun Sesi 2 Untuk lebih jelasnya silahkan menuju ke thread Kang Gun di: Seperti telah disampaikan sebelumnya. Materi yang akan saya bagikan malam ini adalah materi lanjutan dari apa-apa yang sudah saya bagikan di Thread Belajar Menganalisa Chart ala KG di forexindo. Tujuan utama saya menulis di sana adalah pertama untuk berbagi dan membekali comerciante dengan pemahaman tentang pentingnya sebuah analisa yang menyeluruh dan terukur sebelum kita melakukan trading. Jadi jangan pernah berharap kita akan menemukan sinal ajaib atau sebuah sistema comercial eang akan memberikan sinal Comprar atau Sell dengan sangat akurat tanpa kita harus berpikir atau repot-repot menganalisa di sana dan juga malam ini. Kalau saat ini Anda berharap demikian tinggalkan saja room ini sekarang juga. Yang Anda harapkan tersebut tidak akan Anda peroleh di sini .. Untuk memudahkan. Saya akan coba simpulkan terlebih dahulu apa-apa yang sudah kita pelajari dan pahami di thread forexindo. Secara garis besar sebenarnya di situ kita baru diperkenalkan dengan teknik dasar untuk menganalisa pergerakan harga. Karena bagaimanapun juga untuk dapat memperoleh keuntungan dari trading yang kita lakukan di forex ini, OP yang kita lakukan HARUS sejalan dengan pergerakan harga. Ini harga mati. Saya pikir belum ada corretor yang menetapkan kita mendapatkan lucro jika OP kita berlawanan dengan pergerakan harga. Tul gak. Di thread tersebut kita diperkenalkan dengan tiga (3) estilo buah eang dapat kita gunakan untuk menganalisa pergerakan harga ... Estilo pertama atau saya menyebutnya disana Teknik Analisa 1. kita menggunakan Média móvel simples (SMA) untuk mengamati pergerakan harga dalam rentang waktu yang kita tentukan . Di Teknik ini kita mengamati pergerakan rata-rata harga por satuan waktu (1 geléia, 4 geléia, 8 geléia, 24 geléia, 1 minggu dan 1 bulan) sebagai bahan untuk menganalisa kemungkinan arah pergerakan harga selanjutnya. Penggunaannya hanya dipakai pada sebuah Time Frame yang kita pilih. Estilo kedua atau saya menyebutnya Teknik Analisa 2. atau juga saya menyebutnya Teknik Zoom In. Kita juga menggunakan média móvel (MA) untuk mengamati pergerakan harga. Hanya di Teknik Kedua ini kita menggunakan Multi Time Frame. Artinya kita memanfaatkan seluruh Time Frame (TF) yang ada di Plataforma de negociação kita untuk mengamati pergerakan harga menggunakan sebuah MA. Nah, pada Teknik Analisa Kedua ini saya mencontohkan kita menggunakan MA dengan periode 3. Disini kita mengamati pergerakan MA dengan periode 3 ini diseluruh Time frame untuk mendapatkan gambaran pergerakan harga. Pengamatan kita lakukan berurutan Dari TF terbesar ke TF terkecil dan lalu sebaliknya. Tipo MA yang kita gunakan disini adalah Média móvel ponderada (WMA). Kenapa. Karena MA jenis ini lebih sensitif ... Lalu style ketiga atau Teknik Analisa 3 atau saya menyebutnya juga Teknik Analisa Fibo, sebenarnya ini adalah pengembangan saja. Intinya sama dengan Teknik Analisa 2. kita juga menggunakan WMA untuk mengamati pergerakan harga di seluruh TF. Hanya disini kita menggunakan Multi MA. Yang periode nya kita atur sesuai dengan angka-angka Fibonacci (2.36, 3.82, 5.00, 6.18, 7.64 e 10.00). Di sini kita mengamati pergerakan harga berdasarkan pergerakan Multi MA tersebut dari TF terbesar sampai TF terkecil dan juga sebaliknya. Nah. Informaz apa yang di berikan oleh ketiga style tadi adalah KECENDERUNGAN ARAH pergerakan harga. Dan in adalah satu hal dari dua hal penting yang harus kita miliki informasinya ketika kita menganalisa pergerakan harga. Lalu Apa saja sih. Informasi yang kita perlukan untuk menghasilkan sebuah analisa pergerakan harga. Pertama kita mesti mendapatkan informasi kecenderungan kemana arah pergerakan harga. Kedua kita mesti memiliki informasi batas-batas atau rentang pergerakan yang mungkin dicapai harga tersebut. Nah. Informasi pertama yang kita butuhkan sudah kita peroleh dari Teknik Analisa 1, Teknik Analisa 2 atau pun Teknik Analisa 3. Terserah Anda ingin menggunakan yang mana. Ini tergantung sepenuhnya pada Anda. Anda sukanya yang mana terserah. Yang penting kita mendapatkan informasi kecenderungan pergerakan harga secara garis besar. Lalu, bagaimana kita mendapatkan informasi kedua yang kita butuhkan dalam menganalisa, yaitu batas atau rentang yang mungkin dicapai oleh harga. Nah, disinilah perhitungan matematis dan statistik mulai kita terapkan. Mengapa harus matematis dan statistik. Karena hanya ini yang saya kuasai untuk membantu saya menentukan batas atau rentang yang mungkin dicapai oleh pergerakan harga. Hehehehehehethe. Kalo ada cara lain ajarin aku yah .. Bagaimana kita menghitung batas-batas ini. Banyak caranya. Dan appikasinya bisa Anda lihat di berbagai macam indicador. Dari Pivot, SupportResistance, Fibonacci sampai Murrey Math, semuanya intinya, berusaha memberikan pada kita gambaran batas-batas yang mungkin dicapai oleh harga ketika bergerak..dengan perhitungan-perhitungan tertentu .. Nah. Untuk menentukan batas yang mungkin. Sekali lagi yang mungkin dicapai oleh harga saya memilih perhitungan statistik dengan menggunakan Desvio padrão (Simpangan Baku) dan Harga Rata-Rata. Mengapa. Karena dari riset statistik ditemukan bahwa sebuah dados acak bisa diukur kemungkinan batas-batas pergerakannya. Berdasarkan nilai rata-ratanya do padrão deviasinya. Secara statistik kita bisa mengukur batas-batas ini dengan lebih fleksibel. Fleksibel maksudnya disini adalah statistik mampu memberikan lebih banyak informasi batas-batas yang kita butuhkan .. Contohnya. Dengan menggunakan MA. Secara statistik kita bisa menghitung batas atas dan batas bawah sesuai dengan pergerakan MA nya. Inilah yang aplikasinya Anda lihat pada Bolingger Bands. Nah, jika kita lihat BB punya 3 line. Yang tengah atau Banda Média itu adalah Média de Movimento Simples atau nilai rata-rata bergerak dados de Sejumlah ke belakang yang diatur pada periode nya. Lalu Upper Line dan Lower Line nya adalah batas atas dan batas bawahnya yang di hitung berdasarkan nilai deviasi dari Middle Line nya. Selain itu. Dengan statistik kita juga bisa melihat rata-rata harga masa lalu. Atau rata-rata harga dalam periode waktu tertentu. Contohnya kita bisa menghitung nilai rata-rata harga 24 jam lalu, 1 minggu yang lalu, sebulan yang lalu dan lain sebagainya. Dengan sangat mudah. Aplikasinya bisa Anda lihat pada indicador-indicador Pivot ... diariamente Pivô. Pivô semanal. Pivô Mensal dan lain sebagainya. Namanya aja keren. Tapi itu hanya nilai rata-rata. Heheheheehe Lalu dari nilai rata-rata periode waktu yang lalu ini kita juga bisa menghitung batas-batas pergerakan harga yang dihitung dengan fórmula tertentu. Dari sini lahirlah SR Level (S1, S2, S3, R1, R2, R3), Camarilla Level, Murrey Math Level. Dan lain sebagainya. Jadi sebetulnya dengan dados harga yang ada pada gráfico, kita hanya tinggal mengolahnya dan menghitungnya untuk mendapatkan informasi yang kita butuhkan. Untuk membantu analisa kita. Nah. Kembali ke batas-batas yang mungkin dicapai harga. Saya menggunakan beberapa perhitungan untuk mendapatkan informada mengenai batas-batas yang mungkin dicapai oleh harga. Saya merasa lebih percaya diri dengan perhitungan statistik makanya saya lebih banyak menggunakannya dalam analisa. Untuk memahami mengapa saya menggunakan indicador de banyak untuk mendapatkan informasi yang saya butuhkan dalam menganalisa saya akan mencoambo menggambarkannya sebagaimana saya memikirkan ini sebelumnya. Maksudnya biar lebih mudah buat temen-temen memahami apa yang ada di pikiran saya: Seperti saya sampaikan tadi untuk menganalisa saya membutuhkan dua informasi. Pertama saya harus mendapatkan informasi mengenai kecenderungan kemana arah pergerakan harga dan kedua sampai di mana kemungkinan akan bergerak atau batas-batasnya. Nah..untuk mendapatkan kecenderungan arah pergerakan harga, saya menggunakan teknik-teknik analisa yang saya uraikan tadi. Tetapi sampai saat ini saya lebih menyukai Teknik Analisa 1. Lalu setelah mendapatkan informasi ini. Maka selanjutnya saya membutuhkan informasi yang mampu memberikan pada saya batas-batas yang mungkin di capai por harga yang sedang bergerak ini. Nah apa saja yang bisa saya gunakan sebagai batas-batasnya Pertama. Tentu saja SMA yang saya gunakan untuk mendapatkan informasi arah pergerakan harga tadi juga saya gunakan sebagai batas-batas yang mungkin di capai harga. Buktinya dapat Anda amati bahwa harga seringkali memantul di batas-batas ini atau bermain-main disekitar batas-batas ini. (MA harian, MA mingguan dan MA bulanan). Kedua. Dari SMA ini secara statistik kita bisa menghitung batas-batas yang mungkin dicapai harga dari nilai rata-ratanya. Yaitu dengan menggunakan perhitungan deviasi standard. Kemudian dari pemahaman statistik saya memahami bahwa SD 1 adalah nilai Standard Deviasi yang digunakan untuk melihat rentang pergerakan sederet dados yang terdistribusi secara normal atau penyebaran datanya normal. Disini saya memutuskan untuk menggunakan SD 1 dalam perhitungan nanti. Karena dari sini saya juga akan mendapatkan informada apakah harga bergerak dalam kondisi terdistribusi Normal atau Tidak Normal. Beruntungnya. Saya tidak harus membuat indicatornya karena sudah ada Bolingger Bands (BB). Jadi saya hanya tinggal configuração menyesuaikan BB ini dengan kebutuhan saya. Nah. Dari kondisi atau posisi harga diantara BB SD1 inilah saya mendefenisikan di SMA acuan yang saya gunakan kondisinya TRENDING atau FLAT. Jadi kondisi SMA harian akan saya sebut FLAT jika harga berada di dalam BB SD 1 harian, dan sebaliknya SMA harian akan saya sebut TRENDING jika harga berada di luar BB SD 1 harian. Begitu juga dengan SMA Mingguan dan SMA bulanan. Ketiga. Saya juga membutuhkan nilai rata-rata beberapa periode kebelakang. Kenapa karena saya menggunakan SMA dengan periode tertentu untuk mengamati rata-rata pergerakan harga. Berarti saya memerlukan nilai rata-rata periode yang lalunya sebagai pembanding. Berarti saya harus menghitung nilai rata-rata ini juga. Untungnya lagi kita bisa membuat indicador untuk melakukan tugas ini. Indicador nah KG Média HLCC membantu saya untuk melihat rata-rata 24 jam yang lalu, seminggu yang lalu dan satu bulan yang lalu. Keempat. Dengan menggunakan nilai rata-rata pergerakan harga yang lalu ini dengan statistik kita juga bisa menghitung batas-batas yang mungkin dicapai harga di rentang periode waktu berikutnya. Artinya kita membuat batas-batas dengan nilai padrão deviasi tertentu yang kita hitung dados dados periode sebelumnya. Um nível mensal de KG, KG Nível Semanal e KG Nível Diário. (Indicador ini baru saya buat untuk membantu temen-temen, dan ini sama saja dengan KG STANDARD DEVIATION LEVEL. Hanya dengan ini Anda tidak perlu lagi mengganti inputnya untuk melihat level-level harian, mingguan atau bulanan) indicador-indicador ini menghitung nível-nível Berdasarkan nilai Standard Deviasi 1,2 1,2 dan 4. Penjelasan mengenai nilai-nilai deviasi dan artinya ada di thread. Anda bisa baca di sana. Nah. Teorema secara. Sekarang saya sudah memiliki informasi yang saya butuhkan untuk menganalisa gráfico. Dengan SMA saya bisa melihat arah rata-rata bergerak harga selama satu hari kebelakang, satu minggu kebelakang dan satu bulan kebelakang. Kemudian saya juga sudah memiliki batas-batas yang mungkin untuk di capai harga. Baik SMA yang saya gunakan itu sendiri, Bolingger Bands, nilai rata-rata (harian, mingguan dan bulanan) periode sebelumnya. Serta nível padrão deviasi. Lalu bagaimana kita menggunakan seluruh informasi yang terdapat pada chart kita sebagai bahan analisa Pertama. Kita amati posisi BB mensalmente, BB semanal do BB BB Daily. Apakah kondisinya TRENDING atau FLAT. Dari sini coba telusuri kebelakang apa yang sedang terjadi dengan pergerakan harga saat ini mulai dari BB Monthly. Maksudnya begini, kondisi APARTADO em TENDÊNCIAS selalu terjadi bergantian. Jadi jika BB Monthly sedang dalam kondisi FLAT berarti sebelumnya BB Mensal dalam kondisi TRENDING entah UP atau DOWN. Nah, karena rentang Mensalmente lebih panjang maka ketika kondisi BB misalnya mensal TENDÊNCIA. Jika kita amati kondisi BB Weekly em vez de BB diariamente. Maka kita dapat melihat bahwa kondisi di BB Semanal dan BB Daily justru terjadi kondisi PISO TENDÊNCIA beberapa kali. Sementara di BB Monthly sedang dalam kondisi TRENDING. Begitu juga ketika BB Monthly dalam kondisi PISO. Yang terjadi di BB Weekly em vez de BB Daily kondisi TENDÊNCIA de FLAT berulang-ulang. Keadaan TENDÊNCIAS de FLAT ini mencerminkan kondisi yang terjadi di market. Kondisi FLAT eang kita defenisikan disini identik dengan kondisi konsolidasi setelah harga bergerak tajam atau tendências. Sifat market memang seperti ini. Saya akan mencotohkan kondisi EURUSD. (Por favor, carta de buka M15 dengan template yang saya bagikan di hal 148 thread Belajar Menganalisa Chart ala KG di Forexindo). Jika kita perhatikan kondisi BB Mensalmente saat ini sedang dalam kondisi TRENDING DOWN. Tetapi kita melihat kondisi BB Weekly dalam kondisi PISO dan BB Daily dalam kondisi FLAT setelah TRENDING UP tadi. Setelah hari rabu dan kamis sebelumnya BB Weekly dan BB Daily ini TRENDING DOWN. Nah apa artinya ini. Artinya harga sedang mengalami konsolidasi. Dimulai dari BB Daily Flat yang akhirnya berubah menjadi Tendência UP lalu FLAT lagi dan diikuti BB Weekly yang mulai berubah menjadi FLAT kondisinya. Pertanyaannya, sampai mana kondisi konsolidasi ini berlangsung. Apakah konsolidasi ini akan berlangsung sampai BB Monthly. Atau sampai BB Weekly saja. Atau cukup sampai di sini karena BB Daily sudah FLAT lagi Tidak ada yang tahu jawabnya. Nah, disinilah fungsi batas-batas yang kita gunakan tadi. Dengan mengamati bagaimana harga bergerak di antara batas-batas ini, kita bisa memonitor pergerakan harga. Kita bisa mengamati apakah harga mampu melewati batas-batas di depannya. Kita hanya mengamati reaksi harga di batas-batas ini. Dan BUKAN menebak-nebak apakah harga akan tembus atau tidak. Atau memprediksi harga akan memantul di sini dan di situ. Hehehehe nós não somos DEUS. Jadi batas-batas ini berfungsi sebagai rambu-rambu saja buat kita. Fokus kita tetap mengamati pergerakan harga .. Lalu bagaimana kita mengamati pergerakan harga ini. Nah, untuk itulah fungsi dari WMA yang ada 6 biji di chart anda. saya mengunakan WMA 4,8,12,16,20 dan 24 untuk memonitor pergerakan harga. Dan Multi MA yang ada di bawah membantu saya untuk melihat arah masing-masing wma ini. Biru berarti UP dan Merah berarti Down. maksudnya biar gak juling mata saya jadinya kalo hanya mengamati garis WMA yang 6 biji ini. hehehehehehehehehe Untuk OP. aturannya tetap. kita OP di BB yang FLAT yaitu BUY di LOWER BB nya dan SELL di UPPER BB nya. Nah. apakah kita langsung OP ketika harga berada di kriteria OP kita tadi. TIDAK. kita tetap harus mengamati kondisi keseluruhan untuk melihat OP ini nanti aman atau tidak. dan WMA yang 6 biji ini membantu kita untuk itu selain tentu saja kita juga harus melihat batas-batas yang akan dilalui harga jika kita OP. Lalu apakah kita bisa masuk saat keadaang BB Monthly, Weekly dan Daily sedang TRENDING satu arah. Bisa. WMA yang 6 biji ini bisa membantu kita menemukan saat yang tepat untuk masuk. coba backtest kebelakang hehehehehehehehe tapi tetap kita mesti belihat batas-batas didepannya juga. memungkinkan untuk profit atau tidak. Kemudian. bagaimana dengan TP. Nah, batas-batas yang kita bicarakan tadi bisa kita jadikan TP. tetapi saya lebih suka membiarkan profit berjalan sampai memang minimal trend daily berubah. untuk keamanan biasanya saya selalu menset atau menggeser SL ke 1 setelah profit. Lalu bagaimana dengan SL. hehehehehe Anda bisa menentukan sendiri SL ini. atau anda bisa menggunakan batas yang ada dibawah atau diatas OP anda ditambah spread1 sebagai SL. ini terserah Anda. hampir lupa. disebelah kanan atas. terdapat panah-panah yang memberikan informasi pada kita tentang kondisi BB. panah UP berarti TRENDING UP, panah Down TRENDING DOWN dan kuning berarti FLAT. Lalu panah dibaris kedua adalah arah MA nya. Panah UP berarti sedang UP dan panah down berarti sedang down. Lalu dot GGH V.9.0. ini ada alertnya. untuk membantu kita mendeteksi perubahan di trend kecil. ini hanya WMA 3. tujuannya biar ngasih tahu saya Hei. KG. tuh lihat chart karena WMA 3 sekarang UP atau DOWN hehehehehehehehe early warning lah.. Nah. sekarang kita bisa melihat betapa sederhananya analisa ini kan Chart memang rumit terkesannya. tetapi simple sebenarnyakarena hanya 30 menit saya diberi waktunya.. Semoga bermanfaat. dan saya mohon maaf jika ada kata-kata yang salah dalam penyampaian malam ini.. Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.. Hormat saya buat teman-teman semua (KG).

No comments:

Post a Comment